Membahas 5G, Jaringan Super Cepat yang dianggap Berbahaya

Semenjak kemunculannya pada tahun 2019, 5G telah digadang-gadang bisa merevolusi jaringan internet dunia. Kini ia kembali mencuat setelah Amerika mulai memasarkan koneksi 5G sejak awal 2020 ini. 5G sendiri adalah teknologi revolusioner yang bisa mengubah pandangan kita tentang home wifi, paket data internet dan juga akses internet cepat melebihi jaringan 4G saat ini.

Dengan kecepatan luar biasa 5G, kita bisa bermain game secara live, operasi jarak jauh akan mungkin dilakukan, drone tidak harus menggunakan WiFi, dan yang lebih penting lagi buat kita-kita, download file (film, musik, software penting) bergiga-giga bisa dilakukan hanya dalam hitungan detik.

Bagaimana sih perkembangan 5G sendiri? Apa sudah ada yang menerapkan? Kapan kita warga +62 bisa merasakan teknologi satu ini? Yuk, kita telisik satu per satu.

Apa sih 5G?

Jaringan 5G Adalah

5G atau internet generasi ke-5 adalah perkembangan terbaru dari teknologi jaringan internet seluler yang rumornya sudah beredar sejak 2 tahun lalu.

Setelah itu, banyak produsen teknologi yang membuat dan mencoba sendiri jaringan 5G untuk uji coba. Bahkan produsen chipset dunia seperti Intel dan Qualcomm sudah mengembangkan chipset jaringan 5G yang siap disematkan di smartphone.

Dan singkat saja, para produsen smartphone pun tak butuh waktu lama untuk memproduksi smartphone baru dengan dukungan jaringan 5G, meskipun kenyataannya dunia belum siap dengan keberadaan 5G hingga tahun ini.

Meski demikian, di Amerika Serikat, perusahaan-perusahaan telekomunikasi seluler besar telah mulai meluncurkan 5G di beberapa kota besar. Harapanya pada akhir tahun ini, warganya akan bisa menikmati jaringan ini di semua wilayah AS.

Namun, tentu saja layanan 5G akan berbeda tergantung pada penyedia jaringan atau operator selularnya. Yang paling berpengaruh terhadap konektifitas 5G sendiri adalah kecepatan dan jangkauan wilayah.

Bagaimana dengan Indonesia?

Di Indonesia, sudah mulai ada ponsel-ponsel yang diluncurkan dengan teknologi yang bisa menangkap jaringan 5G, yah walaupun jaringannya sendiri belum ada ya, gan. Untuk jaringannya sendiri, mungkin baru akan dipasang pada tahun 2021 karena ada banyak kendala yang menghambat pemerintah dalam membangun infrastruktur yang diperlukan -Sumber : http://diskominfo.kotamobagukota.go.id/

Mengenal perkembangan jaringan selular (1G – 5G)

Evolusi Jaringan Seluler
  • Jaringan 1G

1G adalah jaringan pertama ponsel yang dikembangkan pertama kali di tahun 1980an. Tidak seperti jaringan seluler sekarang yang semuanya sudah digital, jaringan pertama ini berupa jaringan analog. Jaringan pertama ini dikenal dengan istilah AMPS. Teknisnya, frekuensi gelombang 1G ada di antara 825 Mhz dan 894 Mhz dan dioperasikan pada bandwidth 800Mhz.

Kalau agan masih ingat dengan ponsel-ponsel generasi pertama seperti motorola, agan mungkin juga ingat beratnya yang sampai 30 ons atau 80 gram. Yang biasa digunakan untuk melempar ternak nakal tetangga itu loh.

  • Jaringan 2G

Sekitar 1990an, 2G muncul dengan jaringan CDMA dan GSM. Dengan frekuensi standar 900 Mhz dan 1800 Mhz, GSM memiliki kapasitas pelanggan yang lebih besar, terutama di Eropa.

Di generasi 2G ini, sinyal seluler yang dulunya adalah analog diganti dengan sinyal digital. Dengan kemampuan yang dimiliki oleh sinyal digital ini, ponsel mulai mampu tak hanya pesan suara, namun juga text digital seperti SMS, dan bahkan pesan gambar atau MMS. Versi terakhir ponsel 2G ini bahkan bisa mengakses internet dasar dengan ponsel 2G yang paling terkenal pada masanya, yaitu iPhone.

  • Jaringan 3G

Jaringan 3G memungkinkan operator jaringan untuk memperluas jangkauan bagi pengguna dan juga kecepatan unduh yang lebih tinggi, termasuk di dalamnya mulai terdapat layanan internet.

Ponsel di generasi ini sudah mulai dilengkapi dengan sistem operasi kompleks, sehingga semakin mendekati fungsi komputer personal. Sistem operasi yang digunakan antara lain Android, IOS, Symbian, dan Windows Mobile.

  • Jaringan 4G

Kebanyakan dari kita sekarang menggunakan layanan jaringan 4G ini. Walaupun di Indonesia sendiri belum merata, namun agan-agan sudah pasti banyak yang menggunakannya, bukan?

4G memberikan pengguna kemudahan-kemudahan seperti kecepatan tinggi, kualitas baik, jangkauan global, dan fleksibilitas untuk menggunakan beragam aplikasi. Dengan kecepatan transfer data yang cepat, jaringan 4G juga mengakomodasi berbagai aplikasi multimedia seperti video conference, online game, dan lain-lain.

  • Jaringan 5G

Hingga saat ini, jaringan 5G masih dalam tahap mengembangan dan hanya beberapa kota di negara-negara besar yang sudah bisa merasakan jaringan 5G ini. Kendala yang utama dari jaringan 5G ini adalah jangkauan.

Jangkauan Jaringan 5G

Meskipun dengan kemampuan jaringan 5G yang bisa melebihi kecepatan jaringan Home Wifi, 5G memiliki kelemahan pada jarak signal. Dimana jaringan Ultra Speed 5G berada pada frekuensi Spektrum Elektromagnetik antara 30 GHz, yang mana pada frekuensi ini, kecepatan transfer data yang dihasilkan sangat cepat, namun akan mudah terganggu oleh berbagai macam medan seperti dinding, pohon dan semacamnya.

Oleh karena itu, pembagian jenis jaringan 5G dilakukan berdasarkan besaran Spektrum Elektromagnetik yang digunakan.

Terdapat 3 bandwidth yang bisa digunakan oleh 5G, ketiganya adalah:

  • Low-band (dengan jangkauan luas)
  • Midband (dengan jangkauan sedang)
  • High-band (dengan jangkauan sangat sempit)

Di AS, operator yang telah menggunakan 5G adalah AT&T, T-Mobile, dan Verizon. AT&T dan T-Mobile menggunakan frekuensi low-band (layer rendah) di 600 MHz dan 850 MHz, yang sebenarnya sama dengan frekuensi yang digunakan oleh jaringan 4G LTE.

Tapi meskipun di frekuensi yang sama, teknologi transmisi yang digunakan oleh low-band 5G berbeda dengan 4G, sehingga memiliki kecepatan yang lebih tinggi dibanding 4G. Meskipun pada dasarnya low-band 5G ada di tingkat kecepatan terendah dari 3 jenis jaringan 5G yang ada.

Kecepatan Download Jaringan 5G
Sumber : Linus Tech Tips

Di sisi lain, low-band 5G memungkinkan untuk mencapai wilayah yang lebih luas dibanding dengan jenis bandwidth 5G diatasnya. Dengan fakta ini, T-mobile mengklaim bahwa jaringan 5G mereka bisa mencakup seluruh wilayah di AS, sementara Verizon yang menggunakan high-band 5G hanya bisa digunakan di beberapa tempat tertentu.

Midband 5G digunakan oleh Sprint danT-Mobile. Keduanya berada di frekuensi 2.5 GHz sehingga mempunyai kecepatan lebih tinggi dibanding dengan low-band 5G, namun jangkauannya lebih sempit. Sebagai perbandingan, jangkauan midband sama dengan jangkauan WiFi rumah agan. Bisa dibayangkan?

Yang terakhir, yaitu high-band, berada di frekuensi 30GHz. Kecepatannya? Jangan diragukan lagi, gan, bisa ratusan kali lipat 4G yang kita miliki saat ini, bahkan ribuan. Namun tentu saja band ini memiliki kekurangan, yaitu gelombang ini sangat sulit untuk melewati objek seperti dinding atau bangunan. Hal ini menjadikan high-band sangat terbatas pada ruang tertentu untuk saat ini.

Dengan diluncurkanya 5G di AS dan munculnya beberapa kendala jangkauan yang sudah dijelaskan tadi, membuat banyak sekali langkah-langkah troubleshooting yang dilakukan oleh penyedia selular demi memaksimalkan penggunaan jaringan 5G yang ada.

Isu dan masalah 5G

Radiasi jaringan 5G

Berbagai kabar burung mengenai 5G mulai bermunculan bahkan sebelum 5G diluncurkan secara komersil. Seperti misalnya yang terjadi akhir-akhir ini, konspirator mengatakan bahwa gelombang elektromagnetik 5G bisa merendahkan imun tubuh manusia, sehingga Covid-19 akan lebih mudah menginfeksi tubuh.

Selama ini kita menganggap bahwa kata-kata “radiasi” yang sering kita dengar dari berbagai sumber berkonotasi negarif, Termasuk isu tentang radiasi jaringan selular yang sering disinggung saat kemunculan jaringan 5G beredar. Namun apakah agan tahu bahwa radiasi seluler termasuk ke dalam kategori non-ion dalam spektrum?

Spektrum elektromagnetik dibagi menjadi 2, yaitu non-ion dan ion. Radiasi ion memiliki konten energi yang sangat tinggi. Jika seseorang terekspos dalam waktu yang lama jaringan sel-sel kimia di dalam tubuh bisa terpisah dan rusak. Jaringan rusak ini bisa menyebabkan pertumbuhan sel yang tak terkendali, dan berakhir pada timbulnya kanker.

Kerusakan jaringan seperti ini tidak mungkin terjadi pada radiasi non-ion yang digunakan oleh teknologi seluler. Energi di dalam gelombang seluler tidak cukup untuk memecah jaringan sel tubuh. Pada frekuensi radio, pemanasan adalah satu-satunya efek yang telah terbukti timbul karena gelombang-gelombang di spektrum non-ion.

Jadi kalau dengar bahwa burung-burung sampai mati di jalanan karena terkena gelombang 5G, jangan percaya, gan. Hoax!

Terus, selain masalah kesehatan, masalah apa lagi sih yang mungkin timbul?

Seperti transisi-transisi sebelumnya, transisi dari jaringan 4G ke jaringan 5G banyak menimbulkan masalah-masalah praktis. Misalnya, dengan kecepatan yang jauh di atas 4G, paket data akan habis lebih cepat juga. Artinya, kita harus membeli paket yang lebih besar, lebih mahal juga pastinya.

Ponsel-ponsel yang kini mendukung 5G juga sangat mahal. Tentu nantinya pasti akan ada keluaran yang lebih murah, tapi itu artinya kita harus menunggu lebih lama untuk menggunakan 5G ini.

Itu soal ponselnya, bagaimana dengan kesiapan infrastruktur untuk 5G sendiri di Indonesia?

Kapan akan hadir di Indonesia?

Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) sepakat bahwa jaringan 5G akan benar-benar masuk ke Indonesia pada tahun 2022.

Kominfo beranggapan bahwa ekosistem pasar Indonesia masih belum siap untuk menerima 5G. Bukan hanya karena device yang belum banyak diluncurkan, kebanyakan operator pun belum siap untuk menyediakan jaringan tersebut.

Kendala geografis pun juga mempengaruhi pembangunan infrastruktur yang diperlukan. Jangankan 5G, masih banyak daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) di Indonesia yang belum mendapatkan akses untuk 4G.

Sampai saat ini, baru Telkomsel yang sudah melakukan uji coba untuk 5G. Mereka menggunakan frekuensi 800 MHz dengan kecepatan mencapai 16Gbps. Sebagai gambaran nih, agan bisa mendownload file sebesar 16 Gb dalam waktu 1 detik saja.

Bagaimana nih gan? Sudah tidak sabar menantikan 5G? Atau pengennya pakai 4G saja sampai ponsel-ponsel 4G tidak dijual lagi di pasaran?

Apapun pilihanya, kedatangan jaringan 5G di indonesia sudah pasti akan terjadi dan patut untuk ditunggu. Hanya membutuhkan waktu lebih lama hingga nantinya jaringan 5G ini bisa mengambil alih jaringan mobile dan bisa saja menjadi jaringan utama dunia mengalahkan jaringan home wifi berkabel.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *