Fortnite diblokir di App Store, Epic Games Gugat Apple Atas Dasar Monopoli

Game battle royale saat ini menjadi genre game yang sangat populer dimainkan oleh banyak pengguna smartphone.

Dua game yang sejak awal sangat populer di perangkat PC yaitu PUBG (Player Unkown Battle Ground) dan Fortnite, berbondong merambah ke dunia smartphone setelah tahu bahwa dunia game smartphone terus berkembang.

Dan benar saja, dua game ini menjadi pusat perhatian setelah perilisanya di smartphone iPhone dan Android.

Namun bagi yang sudah pernah mencoba memainkan kedua game ini, mungkin bisa merasakan bagaimana pengalaman download kedua game ini.

Jika PUBG bisa dengan mudah ditemukan di App Store dan Play Store sejak awal perilisannnya, Fortnite cenderung susah untuk didapatkan, terutama pada Android.

Fortnite banned di Play Store
Photo by : Mika Baumeister

Saat perilisannya untuk android, Fortnite tidak tersedia di Play Store, melainkan kita diharuskan untuk mengunduh file APK nya secara manual di situs Epic Games itu sendiri, yang mana cukup merepotkan, mengingat Google Play Store menyediakan kemudahan distribusi untuk Epic Games ke penggunanya.

Langkah ini ternyata adalah salah satu keraguan Epic Games kepada Google tentang bagaimana pihak Google memberikan aturan in-app-purchace dari pengguna kepada developer untuk setiap atribut game yang ditransaksikan atau dibeli oleh pengguna.

Sehingga dari pihak Epic Games enggan untuk menempatkan gamenya di Playstore.

Namun keraguan ini tak hanya ditujukan ke pihak Google saja, melainkan kepada pihak Apple selaku pemilik App Store, dimana sebelumnya game fortnite tersedia dan dapat di install dengan mudah oleh pengguna Apple iPhone.

Apple Memutuskan Untuk Blokir Game Fortnite di App Store

Fortnite tidak tersedia lagi di App Store
Photo by Joshua Hoehne

Meskipun pada akhirnya game Fortnite tersedia di App Store dan Play Store, namun ketidakpercayaan Epic Games kepada kedua platform ini masih menjadi perhatian khusus, dan puncaknya adalah sebuah tindakan tegas yang dilakukan oleh masing-masing kubu.

Terhitung sejak hari Kamis, 13 Agustus 2020 lalu, game Fortnite tidak lagi tersedia di Apple App Store, dan selang setelah itu, langkah yang sama dilakukan oleh Google Play Store.

Bermula dari pihak Epic Games selaku pemilik dan pengembang game Fortnite, yang secara sengaja menyematkan sistem in-app-purchace atau transaksi jual beli item game yang dilakukan secara langsung ke server Epic Games dan mem-bypass sistem Apple, dimana langkah seperti ini jelas melanggar ketentuan yang berlaku pada App Store.

Ketentuan yang dimaksud adalah, segala macam transaksi yang dilakukan oleh pengguna dengan aplikasi apapun yang diunduh melalui App Store, harus bersedia menggunakan sistem pembayaran dari pihak Apple itu sendiri.

Sistem pembayaran yang dilakukan menggunakan platform Apple App Store tidak semata akan diberikan kepada pihak publisher sepenuhnya, melaikan dikenakan biaya “Apple Tax” sebanyak 30%.

Gugatan Epic Games kepada Google dan Apple

Monopoli Apple App Store dan Google Playstore dibawa ke pengadilan oleh Epic Games

Epic Games Menggugat Apple dan Google atas tindakan Monopoli terhadap pendistribusian aplikasi yang dilakukan dengan mengambil 30% dari setiap satu kali transaksi pembelian, membuat developer dan publisher merasa dirugikan.

Namun yang dipermasalahkan oleh pihak Epic Games bukanlah soal uang, melainkan tindakan Apple yang dianggap “Anti-competitive” dengan meniadakan segala macam marketplace di ekosistem apple selain dari App Store. Membuat developer mau tidak mau harus mengikuti aturan App Store termasuk pemotongan pajak sebanyak 30%.

Google Play Store pun demikian, meskipun masih membuka kesempatan kepada marketplace lain, namun dominasinya terhadap sistem Android dengan segala integrasinya kepada Google Services membuat marketplace lain tidak bisa berkutik.

Dari pihak Apple pun memberikan tanggapan mengenai pemblokiran game fortnite, “Pihak Epic Games telah mengaktifkan fitur di aplikasinya yang tidak dapat ditinjau atau disetujui oleh kami ‘Apple’ dan mereka telah melakukannya dengan tujuan melanggar pedoman dari App Store,” jelas pihak Apple.

“Kami juga telah melakukan segala macam cara untuk dapat bekerja sama lagi dengan pihak Epic Games untuk menyelesaikan masalah pelanggaran ini yang nantinya mereka dapat kembali lagi ke App Store.” Tambahnya. Sumber – The New York Times.

Apple App Store dengan sistem Apple Tax
Sumber : Apple.com

Salah satu gugatan dari pihak Epic Games mengatakan bahwa “penghapusan game Fortnite oleh Apple merupakan contoh lain dari Apple yang sengaja melenturkan kekuatan yang mereka miliki untuk memaksakan pengekangan yang tidak masuk akal serta secara tidak sah mempertahankan monopoli sepenuhnya terhadap pasar.”

Yang lebih mencurigakan lagi adalah, ketentuan Apple Tax yang tidak konsisten dilakukan ke seluruh publisher.

Amazon Prime Video, salah satu aplikasi yang juga tersedia di App Store, pada bulan April lalu menyematkan sistem transaksi untuk pembelian konten video yang sama sekali tidak menggunakan sistem pembayaran melalui App Store, dan otomatis tidak terkena potongan pajak 30%.

Amazon Prime Video terbebas dari sistem pembayaran App Store dan Apple Tax

Anehnya, Apple seolah membiarkan ini terjadi, dan sama sekali tidak ada tindakan yang dilakukan oleh Apple seperti halnya yang dilakukan kepada Epic Games.

Tentu saja ini patut dipertanyakan, sehingga wajar saja Epic Games berani melakukan tindakan tegas kepada pihak Apple atas apa yang dilakukanya kepada game Fortnite.

Tak hanya berhenti disini saja, Epic Games secara resmi menaikkan tagar #FreeFortnite melalui akun twitter mereka guna mendapat simpati dan perhatian serta dukungan dari banyak pihak yang otomatis memberikan tekanan yang lebih besar kepada pihak Apple ataupun Google.

Facebook & Spotify Angkat Bicara

Ketegasan pihak Epic Games untuk menggugat Apple atas dominasinya mendapatkan banyak dukungan dari banyak sekali developer aplikasi di luar sana. Tak hanya itu, perusahaan yang sama-sama merasakan bagaimana tekanan yang diberikan Apple, ikut angkat bicara dan mendukung tindakan Epic Games atas gugatanya terhadap Apple.

“Kami sudah meminta dukungan kepada pihak Apple untuk mengurangi pajak di App Store 30% atau mengizinkan kami untuk menawarkan Facebook Pay sehingga kami juga bisa menanggung seluruh biaya untuk UKM yang sedang berjuang karena dampak dari pandemic Covid – 19,” ujar Head of Apps Facebook Fidji Simo.

“Namun patut disayangkan adalah pihak Apple justru menolak permintaan kami dan UKM hanya akan dibayar sekitar 70% dari pendapatan yang sudah diperoleh dengan susah payah.” tambah Fidji Simo. – sumber : uzone.id

Spotify selaku media audio stream terbesar juga memberikan dukungan penuh kepada Epic Games atas gugatan yang diberikannya kepada Apple, dan percaya jika Apple menindak gugatan ini dengan baik, akan ada banyak publisher dan developer yang diuntungkan.

Spotify sendiri selama ini dalam setiap transaksi yang dilakukan oleh penggunanya, memberikan harga lebih tinggi di App Store dibandingkan dengan platform lain, dikarenakan sebagai salah satu cara untuk menutupi kerugian 30% yang diambil oleh Apple Tax.

Kita tunggu saja bagaimana hasil dari Epic battle ini. Kita tahu bahwa saat ini Google dan Apple adalah pemilik platform toko aplikasi terbesar, dan karna dominasinya, banyak sekali kompetitor yang ingin bersaing, tidak mampu menandingi kekuatan mereka dan terus tenggelam seiring berjalanya waktu.

Bukan tidak mungkin bahwa setelah gugatan Epic Games ini berhasil, ada kesempatan kembali untuk para kompetitor Software Distribution Platform bisa masuk ke ranah yang sama, menarik para developer aplikasi dan games ke lebih banyak platform pilihan mereka masing-masing.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *